blog

Cedera 2 Tahun Lalu membuat Menteri Baroness Anelay Mengundurkan Diri Dari Jabatannya

Kehilangan satu menteri adalah hal yang sangat disayangkan. Kehilangan dua dianggap sebagai sebuah kebetulan. Tapi jika sudah sampai pada angka tiga, bisa dianggap sebagai sebuah kecerobohan atau kelihatannya ada sesuatu yang mulai tampak aneh dan seperti ada pola tersembunyi di sana.

Joyce Anelay atau juga dikenal sebagai Baroness Anelay, yang merupakan salah satu menteri Brexit di House of Lords, baru saja mengundurkan diri dengan pernyataannya yang mengatakan bahwa dia sedang mengalami sakit pada bagian kakinya, yang diakibatkan oleh cedera yang dialami pada saat melompat dari helikopter sekitar dua tahun yang lalu.

Dengan pengunduran dirinya tersebut, berarti Departemen Brexit telah kehilangan menteri ketiganya dalam kurun waktu empat bulan terakhir ini, karena Baroness Anelay diketahui sudah turun dari bangku kementeriannya pada hari Jumat kemarin.

Seperti yang tadi sudah dijelaskan mengenai alasan pemunduran dirinya dari jabatan menteri, rekan Konservatif kembali menegaskan bahwasannya memburuknya luka yang diderita oleh Baroness Anelay pada tahun 2015 yang lalu telah menjadi alasan kuat mengapa dirinya pada akhirnya harus meninggalkan Departemen dimana selama ini dia bekerja dan mengabdi.

Menteri tersebut telah menyusul keberangkatan Juni David Jones dan Lord Bridges yang sudah terlebih dulu keluar dari pintu departemen tersebut dan menanggalkan jabatan mereka di sana.

Berdasarkan kabar yang diterima, Baroness baru berada di sana selama empat bulan saja, sejak George Bridges, yang merupakan seorang menteri Brexit lainnya di Lords dan juga David Jones, yang adalah seorang anggota parlemen, telah lebih dulu mengundurkan diri pada bulan Juni yang lalu. Dan kini adalah gilirannya.

Di dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Theresa May, Baroness Anelay mengatakan bahwa keberadaannya di sana selama ini merupakan “hadiah istimewa yang sangat besar“. Dia juga mengatakan bahwa dirinya selama ini juga merasa sangat senang, karena bisa bekerja sama dengan Sekretaris Brexit, yaitu David Davis.

Pada sebuah situs Conservative, dia sempat mengungkapkan bahwa cedera yang dialaminya tersebut masih terus berlanjut setelah ia mengalami “sakit karena terjatuh“, yang didapatnya pada saat berada Helikopter Black Hawk selama kunjungan menteri sebelumnya ke Bosnia.

Menteri yang telah bertugas di bangku depan di House of Lords selama 20 tahun ini, mengatakan bahwa merupakan suatu kehormatan besar bagi dirinya untuk bekerja sama dan menyaksikan langsung dedikasi yang ditunjukkan oleh rekan-rekan kementrian dan dinas sipil saat mereka sedang menyampaikan hasil referendum ataupun pada saat sedang menegosiasikan jalan keluar Inggris dari UE.

Saya sangat bangga dengan apa yang telah dicapai oleh Pemerintah selama saya masih menjadi bagian darinya dan saya juga bersyukur karena telah diberi kesempatan untuk melayani selama di sana.” begitulah ucapan yang dilontarkan oleh Baroness Anelay saat ditanyai mengenai perihal kabar pemunduran dirinya.

Mr Davis, selaku Sekretaris Negara yang sangat mengusahakan jalan keluar dari Uni Eropa ini, mengatakan bahwa selama ini Joyce telah memberikan kontribusi yang sangat tak ternilai harganya, dalam mengusahakan kesuksesan keberangkatan UE, melalui pekerjaan yang ia lakukan, terlebih saat ia mewakili Inggris di luar negeri dan mewakili Departemen di House of Lord.

“Dia adalah salah satu bagian besar dari tim Menteri kami dan juga seorang teman yang baik. Saya berharap yang terbaik untuknya saat nantinya dia kembali ke bangku belakang, dimana dia bisa berbagi pengalamannya yang berharga mengenai tugas yang pernah dilakukan olehnya sebelumnya, untuk meneliti undang-undang Brexit dan berbagi kisah perjalanannya selama berada di House of Lords.

David Davis adalah salah satu menteri yang dianggap paling segar, karena biasanya dia menjawab pertanyaan dan mengatakan apa yang dia pikirkan.

Misalnya saja, Dia mengatakan bahwa dirinya belajar lebih banyak dari jawaban atas pertanyaan mendesak kemarin, tentang posisi negosiasi Pemerintah daripada dari apa yang dikatakan oleh Perdana Menteri dalam pidato Florence-nya.

Tapi sepertinya ada masalah kerja sama tim di departemen Brexit tersebut. Davis dikenal memiliki reputasi sebagai seorang yang penyendiri dan walaupun beberapa dari mereka yang bekerja dengannya dalam kampanyenya untuk kepemimpinan partai 12 tahun yang lalu masih setia kepadanya sampai hari ini, tapi tetap saja omset menteri dan pejabat yang lebih banyak berbicara dan menunjukkan keberhasilan kinerjanya.

Olly Robbins, yang merupakan pegawai negeri teratas di departemen Brexit, juga telah mengundurkan diri bulan lalu. Tak bisa dipungkiri memang kalau peran ganda yang dijalaninya sebagai seorang sekretaris tetap di departemen tersebut dan sekaligus menjadi penasihat utama Perdana Menteri pada perundingan Brexit adalah orang yang berpotensi sulit (kerap mengalami banyak kesulitan).

Terlepas dari itu semua, angka yang dikeluarkan oleh kementerian bulan lalu menunjukkan bahwa ada lebih dari 20 persen pegawai negerinya yang telah memutuskan untuk pergi dalam waktu 14 bulan terakhir ini. Angka ini jauh lebih tinggi daripada rata-rata perputaran 9 persen di dinas sipil.

Itulah tadi sedikit informasi mengenai pemunduran diri menteri departemen Brexit, yang bernama Baroness Anelay, karena sakit yang dialaminya.

Meskipun sudah tidak menjabat lagi, namun apa yang telah dilakukannya selama bekerja di sana tidak akan pernah bisa dilupakan. Dia telah bekerja dengan baik dalam mengusahakan beberapa hal yang penting di sana. Semoga apa yang telah Dia lakukan bisa megapresiasi para pekerja lainnya yang ada di sana.

Most Popular

To Top